Postingan Terakhir

May 1st, 2008 by bojjom

Hik..hik…
Setelah kira2 2 tahun gw ngeblog di FS akhirnya dengan berat hati gw menyatakan bahwa ini adalah postingan terakhir di sini, karena untuk ke depannya gw akan posting blog di blog gw yang ada di wordpress,

http://bonar.wordpress.com

jangan lupa berkunjung ke sana yah, dan ngasih komentar juga biar blog gw makin rame…
he..hehh….

sekali lagi ahh:

http://bonar.wordpress.com

Selamat tinggal friendster blog, selamat datang wordpress blog…..
God Bless.

Pertama dan Terakhir di Januari

January 25th, 2008 by bojjom

Wow, sudah lama gak ngeblog lagi di sini. Itu karena gw lagi keasikan ngeblog dari web lokal yang ada di kampus gw (redemption.del.ac.id).

Saat ini lagi minggu tenang menjelang UAS hari Senin besok, jadinya gw sempetin untuk isi blog ini. He..he.. walaupun udah hari ke-5 minggu tenang tapi sampai saat ini belum ada persiapan nih untuk menghadapi UAS. Yang ada setiap hari malah diisi dengan kegiatan yang tidak jelas dan membuang-buang waktu.

Malah nih, rencananya besok gw mau ke Balige. Gak ada tujuan yang jelas, gw hanya sekedar ingin jalan-jalan aja, walaupun sisa duit di dompet cuma sekitar 50rb perak, hua..ha..ha..
FYI di Balige udah ada warnet pake speedy udah gitu harganya lumayan murah lagi (sekitar 3rb / jam). Ini dia yang ditunggu-tunggu dari dulu baru terealisasi.

Hey Jude!

December 13th, 2007 by bojjom

Wooohoo…akhirnya keinginan yang selama ini dipendam terlaksana juga. Gw tuh punya keinginan nunjukkin kesukaan gw sama The Beatles di depan teman-teman/warga kampus gw yaitu dengan menyanyikan salah satu dari band paling mantap sejagat raya ini, he..he.. Nah, kesempatan itu ada pada acara Kopi Sore "Last Party KM (Keluarga Mahasiswa)" hari Minggu yang lalu. Setelah seminggu latihan bersama si pengiring (Debora) yang memainkan keyboard akhirnya kami tampil dengan penampilan yang smooth dan mantap -setidaknya buat gw :)-

Waktu latihan sempat grogi dan bingung berani gak ya gw nyanyi lagu ini nanti. Oh ya, lupa ngasitau memangnya gw nyanyi lagu apa sih? Gw tuh menyanyikan salah satu tembang populer dari The Beatles, Hey Jude. Walaupun kalian bukan penggemar The Beatles pasti pernah merasa mendengarkan lagu ini entah kapan dan entah dimana kan? Biasanya dari teman-teman yang gw tanya mereka pernah dengar lagu ini ketika mereka masih kecil dan taunya dari ortu mereka. Gw emang suka banget sama lagu ini, karena Paul McCartney yang menyanyikan dan menciptakan lagu ini.

He..he.., karena suara Paul McCartney lebih tinggi dari suara gw sampai-sampai Debora harus menurunkan nada aslinya sampai 6 tingkat supaya gw bisa menyanyikannya dengan nyaman. Sebenarnya kalo dipaksa, gw sih nyampe-nyampe aja nyamain suara Paul McCartney tapi namanya sesuatu yang dipaksa biasanya hasilnya gak bagus. Kami juga berimprovisasi dan menentukan pembagian bait, di bagian mana gw nyanyi dan di bagian mana Debora nyanyi tapi kalo dari keseluruhan sih tetep gw yang porsi menyanyinya lebih besar dari dia (porsi? kayak makanan aja…he..he..). Bagian Debora kebanyakan di nada-nada tinggi yang gw gak nyampe nyanyiinnya, tapi di bait terakhir kami nyanyi sama-sama.

Waktu acara Last Party-nya, gw harus menunggu cukup lama. Acara dimulai jam 6 sore tapi gw harus pasrah ngikutin acara yang rada-rada ngebosenin hampir 4 jam. Yup, giliran gw nyanyi dimulai jam 10-an kurang dikit. Dengan diterangi lampu yang remang-remang dari lampu sorot warna-warni gw pede aja nyanyi dan duduk santai di panggung menghadap penonton yang terdiri dari dosen & mahasiswa, gak ada tuh rasa grogi yang berlebihan waktu nyanyinya mungkin karena udah beberapa kali latihan kali ya. Semua sesuai dengan rencana dari mulai nyanyi sampai selesai nyanyi, walaupun ada salah lirik tapi tetep improv dan penonton gak tau. Ngeliat penonton yang adem ayem dan hening waktu gw nyanyi mulai timbul grogi sedikit tapi masih bisa dikontrol,he..he… Heran juga sih, kok mereka pada hening gitu ya? Terkesima atau mereka berkata dalam hati "nih anak ngapain sih nyanyi di depan, ngebosenin banget, mending bagus suaranya" atau "hentikan suara jelek itu…..!!!!" ha..ha..hah

Tapi gak gitu deh kayaknya, soalnya beberapa teman bilang kalo penampilan gw itu ok dan gak malu-maluin lah. Oh ya, gw juga nyanyi menggunakan sweater The Beatles yang gw beli sekitar setahun yang lalu. Maksudnya biar semakin menghayati lagu Hey Jude-nya itu. Waktu nyanyi sih ada beberapa orang yang mendokumentasikan/memotret kami menggunakan handphone mereka masing-masing yang ada fitur kameranya, tapi mungkin karena kurang cahaya hasilnya jadi gelap gitu. Jadinya gak bisa gw kasih tunjuk deh fotonya gimana, tapi gapapa bukan itu intinya. Yang penting gw senang bisa menunjukkan apa yang gw suka ke orang lain biar mereka pada tau gitu. Gak tau deh mungkin nanti gw akan nyanyi lagu The Beatles lagi, mumpung udah tingkat 3 nih dan sebentar lagi gw akan meninggalkan kampus gw. Kalo ga Yesterday, Let It Be, In My Life, atau The Fool On The Hill ya kita liat aja nanti.

Setelah gw nyanyi kemarin, beberapa temen-temen gw yang lain jadi suka lagunya juga lho. Ada dari mereka yang minta liriknya dan nyanyiin sendiri, he..he.. sekalian mengenalkan The Beatles sama mereka.

Dan ini lirik lagu Hey Jude:

Hey jude, dont make it bad.
Take a sad song and make it better.
Remember to let her into your heart,
Then you can start to make it better.

Hey jude, dont be afraid.
You were made to go out and get her.
The minute you let her under your skin,
Then you begin to make it better.

And anytime you feel the pain, hey jude, refrain,
Dont carry the world upon your shoulders.
For well you know that its a fool who plays it cool
By making his world a little colder.

Hey jude, dont let me down.
You have found her, now go and get her.
Remember to let her into your heart,
Then you can start to make it better.

So let it out and let it in, hey jude, begin,
Youre waiting for someone to perform with.
And dont you know that its just you, hey jude, youll do,
The movement you need is on your shoulder.

Hey jude, dont make it bad.
Take a sad song and make it better.
Remember to let her under your skin,
Then youll begin to make it
Better better better better better better, oh.

Na na na na na ,na na na, hey jude…

Gaya Menulis Blog

December 13th, 2007 by bojjom

Saat ini saya perhatikan saya mempunyai gaya menulis yang berbeda-beda pada blog ini. Setidaknya ada tiga, yaitu:

1. Gaya menulis formal seperti pada saat saya menulis postingan ini, yaitu menggunakan bahasa baku semisal kata-kata saya, anda, dll. Hal ini saya lakukan karena saya ingin menggunakan pendekatan yang berbeda dalam penulisan blog dan menjadikan blog ini menjadi lebih profesional dan elegan walaupun tema-tema yang diangkat dalam blog ini masih merupakan tema-tema ringan saja seperti kegiatan di kampus, pengalaman-pengalaman yang saya dapatkan, dll. Cukup berat juga sih saya rasakan apabila menulis dengan menggunakan bahasa-bahasa baku seperti ini karena harus melihat tata bahasanya juga apakah sudah sesuai dan benar menurut aturan yang ada.

2. Gaya menulis santai dan menggunakan bahasa sehari-hari atau bahkan bahasa gaul seperti gw, loe, atau yang lain yang biasa digunakan oleh anak muda Jakarta :). Saya merasa nyaman dengan menggunakan gaya bahasa seperti ini karena saya bebas mengekspresikan apa yang ingin saya tulis tanpa harus memperhatikan tata bahasa yang baku. Tapi saya takut apabila orang lain yang membaca blog ini hanya menganggap blog ini adalah blog biasa saja, sama seperti blog kebanyakan yang menceritakan kehidupan mereka atau bersifat narsisme saja. Padahal saya berharap blog ini dapat berkembang ke arah yang lebih baik lagi.

3. Saya mencoba menulis menggunakan Bahasa Inggris dan sudah beberapa kali saya lakukan pada blog ini. Ada kendala pada saat saya ingin menuliskan sesuatu dalam Bahasa Inggris, yaitu perbendaharaan kata saya yang masih kurang sehingga kadang-kadang saya bingung untuk mengartikan suatu kata dalam Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris. Belum lagi saya harus menyusun grammar dan structure dari kalimat yang saya tulis. Tentu saja menggunakan Bahasa Inggris dalam menulis blog mempunyai banyak keuntungan. Di antaranya orang dari negara lain dapat mengerti dan memahami apakah yang kita tulis dan kitapun dapat belajar menulis dalam Bahasa Inggris yang nantinya akan berguna bagi kehidupan kita di kemudian hari, apalagi pada saat mencari pekerjaan :).

Dari ketiga gaya menulis blog itu belum ada yang menjadi pilihan utama saya dalam menulis blog. Kadang saya memilih menggunakan gaya menulis nomor 1 dan kadang saya menulis dengan gaya menulis nomor 2 atau 3. Mungkin nanti apabila saya sudah pindah ke layanan blog yang lain, baru saya akan menentukan pilihan saya.

2nd LAN Party

December 12th, 2007 by bojjom

Dulu, gw pernah nulis tentang aktivitas main game di asrama bersama-sama dengan temen-temen gw. Seru, soalnya kita main game lewat LAN dengan menghubungkan kabel UTP antara laptop yang satu dengan laptop yang lain. Tapi, berhubung dulu kami gak punya hub untuk menghubungkan beberapa device maka kami hanya bisa memakai dua laptop saja dan kami bermainnya pun di satu kamar karena panjang kabel UTP kami terbatas hanya 2 meter saja.

Nah, setelah lama gak pernah main game bareng kayak gitu lagi, hari Jumat malam kemarin kami mengulang kembali aktivitas terlarang tersebut he..he. Kebetulan kepala asrama (Pak Siahaan) lagi gak ada di asrama jadi cocok lah, kami bisa bebas bermain tanpa ada rasa khawatir akan ‘digrebek’ dan laptop kita diambil. Dan ada yang beda dari LAN Party kali ini. Kalo sebelumnya kami memakai kabel UTP untuk menghubungkan 2 laptop sekarang kami memakai teknologi yang lebih canggih, he..he… Yup, kami make wireless untuk koneksi antar laptop. Dan karena memakai wireless, jadinya gak ada batasan lagi berapa komputer yang bisa terhubung so kemarin tuh total ada 4 laptop yang main bareng. Gw pun baru tau kalo fitur wireless yang ada di laptop gw bisa untuk membuat wireless LAN kayak gini. Gw kirain kalo mau buat wireless LAN itu mesti ada satu komputer/laptop yang berfungsi sebagai server dan dipasang Access Point, so komputer yang mau masuk ke network mesti menghubungi ke access pointnya dulu.

Walaupun sudah memakai wireless, hari Jumat malam kami bermain dalam satu kamar supaya sinyal yang diterima masing-masing laptop itu kuat dan gak terputus-putus. Pertama sih kami memakai 3 laptop aja, dan yang bermain adalah: Fransiscus, Elga, dan gw sendiri. Game yang dimainkan kali ini adalah DotA, walaupun gw dah cukup lama mendengar game ini tapi gw baru pertama kali maininnya malam itu dan masih belajar-belajar juga cara memainkan game itu. OK, setelah semua gabung ke dalam LAN game kami mulai bermain. Karena gw masih newbie dalam game ini, jadinya gw dan Ciscus berteman untuk melawan Elga sendirian yang sudah cukup mahir dalam game ini. Ternyata walaupun kami sudah berdua melawan Elga yang sendirian, itu tetep memakan waktu yang lama untuk menyerang pertahanan dia, dan gw masih dibantu dan diarahkan sama Ciscus tentang strategi, jenis senjata, resep, dll. Setelah kira-kira 1.5 jam yang tidak terasa akhirnya gw dan Ciscus menang juga melawan Elga.

Kemudian datang Hendro ke kamar tempat kami bermain, mungkin karena dia lagi gak ada kerjaan dia jadi pengen juga main game DotA ini. Tapi ada satu kendala, yaitu gak ada laptop yang nganggur, jadinya dia memakai laptop Elga untuk sementara dan gw sama Hendro sekarang berteman untuk melawan Ciscus. Karena kami berdua masih newbie jadinya kami kalah dalam pertarungan itu. Setelah pertandingan itu, si Hendro masih pengen main tapi dia bingung karena laptop gak ada. Waktu itu ada teman kami yang punya laptop dan dia udah tidur, jadinya si Hendro pake laptop dia. Saat itu udah jam 2.30 pagi! Setelah itu kami lanjut main lagi, Gw dan Elga berteman untuk melawan Ciscus dan Hendro. Untuk pertandingan pertama kami dapat memenangkan pertandingan itu dengan lama waktu kira-kira 1.5 jam, tapi di pertandingan kedua giliran kami yang dikalahkan mereka dengan lama waktu yang sama juga. Kami kalah gara-gara gw milih heronya asal-asalan jadinya dapet hero yang jelek. Dan kami baru sadar kalo hari sudah hampir pagi karena ayam di luar udah mulai berkokok. Dan betul saja, kami selesai bermain pukul 04.40 dari mulai bermain pukul 11.30 malam. Bener-bener gak terasa banget! Gw juga ngerasanya baru main sekitar 2 jam-an gitu tapi ternyata udah main hampir 5 jam…ck…ck..ck..

Malam minggunya, kami lanjut lagi lagi main DotA-nya, he..he.. kayaknya gw udah mulai ketagihan sama game yang satu ini. Dan kami mau nyoba sampai sejauh mana jangkauan wireless ini, makanya kami main di kamar yang berbeda kira-kira bedanya 10 meteran lah. Walaupun demikian sinyal yang dapat diterima masih cukup kuat walaupun waktu kami bermain kadang-kadang terasa tersendat-sendat tapi itu tidak terlalu mempengaruhi keasyikan bermain kami, he..he.. O iya, yang bermain malam itu adalah sama dengan malam sebelumnya kecuali Fransciscus yang digantikan oleh Immanuel. Immanuel bersama Elga dan gw bersama Hendro. Dari tiga kali bermain, mereka menang dua kali dan kami menang sekali. Pertandingan selesai jam 3.30 pagi dan terpaksa dihentikan karena si Hendro dan Elga mau pergi ke gereja pagi harinya padahal si Hendro masih mau lanjut tuh. Tapi gila juga ya kita, rela begadang sampai pagi cuma untuk main game dan sekarang gw udah mulai ketagihan nih….dan gw punya rencana gila yaitu nanti semua anak asrama yang punya laptop kita suruh main bareng dengan menggunakan koneksi wireless jadinya bisa lebih fleksibel mereka main di kamar masing-masing, karena gw yakin dengan sinyal wireless masih bisa ditangkap oleh satu bangunan asrama. Dan gak cuma DotA aja, mungkin nanti Counter Strike bisa diterapin juga. Keren banget tuh, apalagi kalo udah bisa internetan, bisa-bisa gak keluar kamar kita satu harian. Tapi kapan kampus gw bisa kayak gitu??! Mimpi kali yeeeeeee….!!!!he..he…

Asal-Usul Nickname Saya

December 7th, 2007 by bojjom

Hai, sebenarnya sudah lama juga ingin menuliskan topik berikut ini. Saya ingin menuliskan tentang asal mula nama julukan saya, atau dalam bahasa kerennya nickname. Saya rasa setiap orang mempunyai nama julukannya masing-masing, dan dari yang saya perhatikan kadang-kadang nama julukan seseorang tersebut sangat berbeda dengan apa yang menjadi nama sebenarnya dari orang tersebut. Sayapun mempunyai nama julukan dan teman-teman saya sudah sering memanggil saya dengan nama tersebut. Bojjom, itulah nama julukan atau nickname saya. Memang terasa aneh jika diucapkan, tapi itulah yang membuatnya menjadi unik dan saya rasa tidak ada orang lain yang memakai nama julukan itu. Mari kita kembali ke belakang, menelusuri asal mula dipakainya nama tersebut. Nama ini sudah saya pakai ketika saya masih sekolah di kelas 3 SMP dulu. Awalnya adalah dari permainan komputer yang dulu sedang populer, Counter Strike. Ya, dulu pada masa itu saya dan teman-teman keranjingan untuk bermain game ini, biasanya setelah pulang sekolah kami langsung menuju ke game center terdekat dan tidak jarang kami menghabiskan waktu sampai sore hari di sana. Seperti yang anda tahu, bahwa game ini mewajibkan pemainnya untuk menentukan sendiri nicknamenya sebagai nama untuk mengidentifikasikan dirinya ketika bermain. Sebelum menggunakan Bojjom sebagai nickname, saya beberapa kali mengganti nickname saya ketika bermain game tersebut, tapi saya sudah lupa nama apa saja yang pernah saya pakai. Namun, waktu itu ada seorang teman, dia menggunakan Pl3ky_703 sebagai nicknamenya yang kalau ditulis seperti biasa menjadi Pleky_Joe. Dia mengganti angka menjadi huruf, dalam contoh nickname yang dia pakai angka 3 menjadi e, 7 sebagai j, dan 0 sebagai o. Saya juga tertarik mencobanya, pertama saya menentukan satu kata yang akan diganti hurufnya menjadi angka. Waktu itu saya memakai Bottom, yaitu kependekan dari nama lengkap saya, Bonar Tyson Gultom. Setelah itu saya mengganti beberapa huruf dari kata tersebut dengan angka, maka dari kata Bottom itu menjadi 130770M. Huruf B saya ganti dengan gabungan dari angka 1 dan 3, dan kalau teman saya menganggap bahwa angka 7 itu adalah sebagai J, saya berasumsi bahwa angka 7 itu lebih mirip jika dianggap sebagai huruf T. Menurut anda sendiri, manakah yang anda anggap benar?

Sejak saat itu saya selalu menggunakan nickname 130770M ketika bermain game Counter Strike. Ketika teman-teman ada yang bertanya apa sebenarnya 130770M itu, saya menjelaskan bahwa kata itu dibaca Bottom yang merupakan singkatan dari nama lengkap saya. Namun, karena teman saya si Pleky_Joe menginterpretasikan angka 7 dengan huruf J, maka teman-teman saya pun menganggap juga bahwa angka 7 yang saya pakai di nickname saya merupakan substitusi dari huruf J. Jadilah mereka membaca 130770M itu dengan Bojjom, dan akhirnya misteri asal mula kata Bojjom itu terpecahkan :D.
Sebenarnya dulu ketika saya dipanggil dengan Bojjom saya merasa sedikit risih juga, karena saya rasa kata itu cukup aneh untuk diucapkan dan tidak mempunyai arti apa-apa. Namun, teman-teman SMP saya tetap memanggi saya dengan nama itu dan akhirnya saya hanya bisa pasrah menerimanya. Saya yang tadinya merasa aneh dengan nama tersebut sekarang merasa bahwa nama tersebut sangat unik dan mungkin hanya satu-satunya di dunia ini :). Ketika SMA saya jarang dipanggil dengan nama tersebut, namun ada saja beberapa teman dekat yang tetap memanggil saya dengan nama ini terutama teman-teman dari SMP yang kebetulan satu SMA dengan saya. Kemudian ketika kuliah sebenarnya saya tidak ingin seorangpun memanggil saya dengan nama ini, tapi mungkin karena saya sering menggunakan kata bojjom ketika saya kuliah (contohnya saya menggunakannya sebagai username di komputer atau forum internal kampus) maka teman-teman pun akhirnya memanggil saya dengan nama ini dan kembali saya hanya bisa menerimanya. Mungkin saya lebih dikenal dengan nama itu :) karena beberapa orang adik kelas sayapun ada yang memanggil saya dengan nama ini. Ketika mereka ada yang menanyakan apakah arti dari Bojjom itu, saya tentu tidak bisa menjelaskannya secara singkat karena seperti yang saya tulis saat ini, sejarahnya cukup panjang untuk diceritakan. Saya hanya bisa menjawab bahwa ceritanya panjang dan saya berlalu begitu saja. Tapi entah dari mana tiba-tiba beberapa orang mempunyai penjelasan sendiri tentang arti nickname itu, dan cukup menggelitik juga. Ada yang mengatakan bahwa Bojjom itu merupakan singkatan dari Bonar Jelek Jomblo, ha..ha.. untuk kata yang ketiga mungkin betul tapi bagaimana dengan kata yang kedua? Anda sendiri yang menilanya… :)
Penggunaan kata Bojjom ini sudah cukup luas, terutama di jagad internet. Bila anda mengetikkan ‘bojjom’ (tanpa tanda kutip) di mesin pencari Google, maka anda akan mendapatkan hasil yang cukup banyak yang merujuk kepada kata tersebut dan mempunyai hubungan dengan diri saya. Saya memang menggunakannya dalam beberapa aktivitas internet saya, misalnya saya menggunakannya sebagai username di beberapa forum online besar Indonesia, kemudian kedua alamat e-mail saya (bojjom [at] yahoo [dot] com dan bojjom [at] gmail [dot] com), kemudian beberapa mailing-list, serta alamat blog pribadi saya di friendster. Dan yang paling memberikan kontribusi cukup besar adalah layanan video sharing dari google yaitu YouTube karena saya menggunakan bojjom sebagai usernamenya.
Saya sendiri tidak tahu sampai kapan saya akan menggunakan nickname ini. Seperti yang sudah saya tulis di atas, jika orang lain lebih mengenali saya dengan nickname ini mungkin saya akan menggunakannya terus, tapi jika tidak tentu akan saya akhiri penggunaan nickname ini dan mencoba menggunakan nickname lain :) . Oh ya, saya mempunyai beberapa teman yang juga mempunyai nickname yang unik dan kami bersahabat satu sama lain. Mereka adalah Pleky (dia adalah si Pleky_Joe yang sekarang hanya menggunakan Pleky saja), titui, Jupoy, JM, dan Rey. Cukup aneh-aneh kan nicknamenya? Kami juga membentuk sebuah kelompok yang dinamakan buSet, tapi itu merupakan cerita lain yang akan saya tuliskan kisahnya nanti, tunggu saja.

The People Who Inspired Me

December 7th, 2007 by bojjom

These are the people who inspired me:

1. Pope John Paul II
Why he inspired me? Because of his character that still forgive and apologize the shooter at the trial of his murder. I can’t imagine if I’m in his position, can I forgive the person that made me near to death? Even, Pope John Paul II went to the jail and talked each other and then declare that he and the shooter as a friends. It’s very touch my heart and makes me to always forgive the others’ mistake that they’ve done to me.

2. Budi Rahardjo
He inspired me from his writings at his blog (http://rahard.wordpress.com). You know that Mr. Budi Rahardjo is a famous person in Indonesia, especially in Information Technology. We can learn and know about his personalities from his blog, although he is a (very) busy person, he still has a time to post at least one topic in his blog. His passion to blog is awesome, he tells us about anything. When he plays band, he tells it, when he gives a lecture, he tells it, when he buy new books, listen to the song, give seminar, eat food, work, visit her daughter in Singapore, etc, he tells all of them. And also, he always learn and open to every knowledge. He is a lecturer, he is also an enterprenuer, and he is band player, and he want to be a writer (novellist I guess). He is such a success man, and he told us the keys: hardwork, consistency, and focus on your job. My way is still long…

3. Mauritz Panggabean
No, he isn’t famous like the last two person. He is only my lecturer in my campus, but now he is in Netherland taking his Master degree. Just like Budi Rahardjo, he inspired me from his passion and spirit in life. When he teach, he has enthusiasm that makes us feel happy and enjoy his lecture. He is also a motivator, when he is as my supervisor in First Year Project, he always gave us spirit, idea, and motivation to us. He gave an appreciation when we do our task in good manner, but he also criticize us when we late to make our weekly report to him. We don’t hate him, because we realized that what he did to us because he is care about us. Although he is far away from me, I can still see about his thoughts in his blog (http://mauritzpanggabean.blogspot.com). He never stop to learn. He like to socialize with the other and share the idea of him and see a problem with different point of view. I proud to have a lecturer like him and being lectured by him.

Actually, there are the other person that inspired me in my life, maybe if I have time I will added later. To have an inspiring person is important, we can learn about his/her personalities, what make he/she to be like that, and then apply it into our life. Maybe someday, we can follow his/her pace and we can inspired another people.

Pengalaman Menggunakan Linux Ubuntu

December 7th, 2007 by bojjom

Menggunakan Linux sebenarnya bukan hal baru bagi saya walaupun saya pertama kali menggunakan Linux sebagai sistem operasi saya yaitu ketika tahun kedua kuliah saya, ketika ada matakuliah administrasi server menggunakan RedHat Linux 9.0. Tapi kalau mendengar kata Linux sudah cukup lama juga, yaitu waktu kelas 1 SMA namun selama di SMA tidak pernah mencoba menginstall di komputer rumah karena masih terpengaruh oleh omongan bahwa linux itu susah dimengerti, bahkan untuk menginstallnya pun rumit dan untuk menjalankan program harus melalui command prompt dengan mengetikkan perintah-perintah secara manual. Saya jadi teringat kepada Alexander Schatten, pada saat itu ia mengadakan seminar di kampus kami mengenai open source dan ia menanyakan kepada para mahasiswa siapa yang sudah pernah menggunakan linux. Hanya beberapa orang saja yang mengacungkan jari. Kemudian ia kembali bertanya, siapakah di antara kami yang pernah menggunakan Google, dan tentu semua mahasiswa mengacungkan jarinya karena setiap pengguna internet pasti kenal dengan mesin pencari ini. Lalu apa hubungannya Google dengan Linux? Kemudian ia menjelaskan bahwa sistem operasi yang terinstall di seluruh server Google menggunakan linux, itu berarti secara tidak langsung kita telah menggunakan linux dalam kehidupan sehari-hari kita. Wah, berarti dari kelas 1 SMA pun saya sudah menggunakan linux dong, karena saya baru mengenal Google saat itu (kira-kira tahun 2002) :)
Saya baru mendengar linux ubuntu pada saat tahun pertama saya kuliah, waktu itu ada abang kelas yang memberikan cd ubuntu (5.04 kalo tidak salah) kepada teman saya. Mungkin abang kelas saya itu mendapatkannya dari shipit.ubuntu.com yang memberikan cd gratis kepada yang meminta di web tersebut. Namun saya belum tertarik untuk menginstallnya di PC saya. Ketika liburan semester, saya kembali ke Tangerang dan meminta kepada teman saya CD ubuntu versi 7.04, tapi saya lagi-lagi tidak menginstallnya, hanya mencoba fitur Live CD-nya saja dan melihat-lihat program-program apa saja bawaan dari ubuntu ini. Saya mulai tertarik menginstall ubuntu ketika melihat efek-efek desktop yang dapat dihasilkan oleh ubuntu menggunakan compiz. Dari gambar-gambar yang saya dapatkan di internet, efek-efek desktop tersebut sangat indah dan melebihi aero milik Windows Vista yang sudah pernah saya coba sebelumnya. Contohnya adalah desktop yang berbentuk kubus, perpindahan antar program seperti CoverFlow-nya iTunes, efek desktop terbakar, dll. Kira-kira bulan Oktober saya mencoba menginstallnya di laptop saya menggunakan ubuntu 7.04, padahal waktu itu ubuntu sudah mengeluarkan versi terbarunya, yaitu ubuntu 7.10 tapi karena saya belum memilikinya saya menginstall versi 7.04 saja. Pengalaman pertama kali menginstall di laptop saya tidak mengenakkan, karena beberapa kali gagal dan ketika berhasil proses penginstallan membutuhkan waktu hampir 2 jam. Saya tidak tahu apakah CD-nya yang rusak atau spesifikasi laptop saya yang kurang memadai (sudah intel centrino duo tapi RAM masih 256MB). Setelah bisa diinstall, kekesalan berlanjut lagi. Saya tidak bisa mengakses sebagai root di terminal. Sudah saya ketikkan su root dia meminta password yang saya tidak tahu dan pada akhirnya tidak dapat masuk sebagai root. Kemudian saya tidak bisa membuka administrasi User and Groups karena disitulah kita bisa mengganti password user yang ada di system kita (termasuk user root). Dan alasan utama saya yang ingin menyaksikan desktop effects di ubuntu tidak dapat terpenuhi, karena katanya driver saya termasuk restricted dan tidak dapat untuk menjalankan desktop effects. Saya cukup kesal karena VGA Card laptop saya bukan onboard, menggunakan ATI Radeon Mobility X1300.

Kemudian, di web forum kampus kami (http://mail.del.ac.id/~gandhi/forum/index.php), salah seorang dosen kami membuat topik tentang mirror repositori linux ubuntu yang ada di kampus kami (http://repo.del.ac.id) sehingga untuk menginstall package-package menjadi sangat cepat karena website tersebut termasuk dalam intranet kampus kami. Kemudian saya mencoba menginstall ubuntu versi terbaru, 7.10 di PC saya yang ada di lab komputer. Proses instalasi berjalan dengan lancar dan hanya memakan waktu kurang lebih 1/2 jam saja (prosesor 1.7GHz dan RAM 768MB). Langsung saja saya mencoba menginstall package compiz dari add/remove program setelah sebelumnya mengatur setting repositori supaya tertuju ke repo.del.ac.id. Kemudian setelah diinstall, terdapat pilihan tambahan custom di bagian visual effects dari Appearance. Setelah dipilih, efek-efek yang sebelumnya saya lihat di internet dapat saya rasakan sendiri, seperti desktop cube, bentuk window yang elastis seperti karet, animasi ketika minimize/maximize, transisi antar desktop dan windows, dll. Semua membuat saya terkagum-kagum dengan efek-efek yang dihasilkan tersebut. Efek-efek tersebut dapat di kustomisasi melalui ccsm(compizconfig setting manager). Di ccsm tersebut terdapat ratusan pengaturan terhadap efek-efek yang ada.

Setelah penginstallan di PC yang berjalan lancar, saya mencoba menginstall di Laptop saya untuk merasakan sensasi desktop effects yang sama yang saya temukan di PC lab komputer. Instalasi masih berjalan cukup lama, kurang lebih 1 jam (mungkin memang sudah seharusnya menambah memori laptop :D) namun berjalan lancar. Semua aplikasi berjalan dengan baik dan setting network dan repositori berhasil. Tapi untuk desktop effects tidak dapat di enable, saya tidak tahu penyebabnya. Setelah saya Googling menggunakan keyword pesan yang ditampilkan akhirnya saya dibawa ke forum ubuntu yang mempunyai masalah yang sama dengan saya. Saya harus memodifikasi file konfigurasi dari compiz dan setelah merestart laptop saya akhirnya desktop effectsnya dapat ditampilkan. Saya senang sekali karena efek-efeknya lebih halus dan terlihat lebih cantik. Ada beberapa efek yang di PC lab komputer tidak dapat dijalankan, mungkin karena pengaruh VGA Card-nya juga. Contohnya efek air dan api di desktop, yang di laptop saya berjalan dengan lancar dan kelihatan seperti nyata.

Saat ini di komputer lab saya terinstall 4 sistem operasi, Linux Ubuntu 7.10, Linux Fedora Core 6, Windows XP Professional dan Windows Server 2003. Dengan harddisk hanya 30GB, saya hampir tidak memiliki ruang kosong lagi di harddisk saya, namun untunglah server menyediakan ruang 5GB di jaringan untuk setiap mahasiswa tingkat 3 jadi bisa menyimpan file-file yang tidak begitu penting untuk dipergunakan. Dan Windows XP pun sudah mulai jarang di-boot, dan lebih sering menggunakan Ubuntu untuk mengeksplor dari package-package yang disediakan. Mungkin suatu saat nanti Ubuntu/Linux akan menjadi sistem operasi utama yang saya gunakan, karena kita tidak perlu repot-repot membayar dengan harga yang mahal untuk mendapatkannya, padahal fitur-fitur yang tersedia sudah sangat lengkap setara dengan Windows.

200th

December 7th, 2007 by bojjom

Horeeeeeee!!!!
Udah nyampe 200 postinganku di blog ini.
Akankah tulisan-tulisan yang tidak berguna ini masih tetap berlanjut?
he..he..hehh….

Workshop POSS PI-Del

December 7th, 2007 by bojjom

Kira-kira sejak 3 minggu yang lalu, PI-Del mengadakan rangkaian acara workshop Pendayagunaan Open Source Software bagi murid-murid dan guru-guru SMA di sekitar kabupaten Tobasa. Waktu itu sambutan dari mereka cukup baik, kira-kira 200-an orang mengikuti workshop pengenalan sistem operasi open source Linux Edubuntu di kampus kami yang dilaksanakan selama 2 hari. Dengan menggunakan Live CD Edubuntu 7.04, mereka dikenalkan kepada fitur-fitur yang terdapat dalam sistem operasi tersebut. Saya pikir pengenalan terhadap sistem operasi Edubuntu cukup tepat, karena peserta workshop yang berasal dari institusi pendidikan dan Edubuntu merupakan varian dari Ubuntu yang mengkhususkan ke bagian pendidikan (education). Edubuntu menyediakan beragam aplikasi yang berkaitan dengan pendidikan/pelajaran di sekolah-sekolah seperti Matematika, Kimia, Bahasa, sampai Astronomi pun disediakan.

Selain itu mereka juga dikenalkan kepada aplikasi standar yang merupakan bawaan dari Edubuntu seperti aplikasi office OpenOffice WordProcessor dan OpenOffice Spreadsheet. Kedua aplikasi di atas merupakan aplikasi yang sering digunakan pada saat pelajaran TIK di sekolah-sekolah dan mempunyai fitur-fitur yang serupa dengan Microsoft Word dan Microsoft Excel. Aplikasi bawaan dari Edubuntu ini cukup lengkap dan memadai untuk kebutuhan sehari-sehari, mulai dari aplikasi grafis, internet, office, dan multimedia sudah disediakan oleh Edubuntu. Jika ingin menambahkan program yang lain bisa melalui Add/Remove program tetapi sebelumnya harus sudah terkoneksi ke internet terlebih dahulu atau mempunyai DVD repository Ubuntu-nya.

Seminggu setelah acara workshop tersebut, saya dan rekan-rekan mahasiswa yang lain yang telah mendaftarkan diri bersama beberapa dosen berkunjung ke sekolah-sekolah di sekitar Kabupaten Tobasa untuk membantu melakukan instalasi sistem operasi Linux Ubuntu di komputer-komputer di sekolah tersebut. Ketika itu kami berkunjung ke SMAN 1 Porsea. Di sekolah tersebut sudah terdapat lab komputer, namun kami hanya menemukan 7 unit komputer saja di lab tersebut. Dan yang mempunyai spesifikasi yang memadai untuk instalasi Ubuntu hanya 3 komputer saja, karena di antara 4 komputer yang tidak dapat diinstall ada komputer yang rusak dan ada juga yang memang spesifikasi dari komputer tersebut sangat rendah. Beberapa di antaranya hanya mempunyai RAM 96 MB dan menggunakan Pentium III dibawah 1GHz. Teman saya yang bertugas di sekolah lain bahkan tidak dapat menginstall Ubuntu di satu komputer pun! Itu karena spesifikasi komputer yang rendah dan kami hanya membawa versi Ubuntu yang terbaru.

Satu minggu berikutnya, yaitu hari Sabtu kemairn, kami kembali berkunjung ke sekolah-sekolah. Dan sekolah yang kami kunjungi kali ini adalah SMKN 1 Siborongborong, yang letaknya kira-kira 1 jam perjalanan menggunakan mobil dari kampus kami. Lab komputer sudah tersedia, karena di sekolah ini terdapat jurusan mengenai komputer dan hardware, namun… komputer yang tersedia lebih menyedihkan lagi spesifikasinya. Hampir semua komputer tidak terdapat CD-ROM, sehingga murid-murid yang di jurusan hardware mengambil CD-ROM dari bengkel (mereka menyebut bengkel sebagai tempat penyimpanan hardware) dan memasangnya di komputer tersebut. Dan semua komputer mempunyai kecepatan prosesor di bawah 1Ghz, atau menggunakan Celeron sebagai prosesornya. Bahkan kami menemukan komputer yang masih menggunakan RAM 32MB dan sistem operasi Windows 98. Namun, kami sudah mempersiapkan dengan membawa Ubuntu versi lama, mulai dari 5.10, 5.04, dan 4.10. Empat komputer masih bisa diinstall ubuntu versi lama tersebut, dan proses instalasi berjalan dengan baik dan lancar. Tetapi muncul satu masalah lagi, ketika proses instalasi hampir selesai, aliran listrik mati secara tiba-tiba. Dan menurut guru yang mengawasi kami di lab tersebut mengatakan kalau terjadi mati listrik seperti ini, paling lambat 4 jam kemudian listrik akan hidup lagi. Karena tidak mungkin kami menunggu selama itu, maka kami putuskan untuk pulang saja dan berjanji suatu waktu nanti akan kembali untuk menyelesaikan proses instalasi.

Sebelum kembali ke kampus kami singgah sebentar di sekolah tempat teman kami yang lain bertugas, yaitu di SMAN 1 Balige. Lab komputer dan komputer yang ada di sekolah ini sudah tergolong baik dan memadai, amat berbeda dengan SMKN 1 Siborongborong. Kami bisa melihat hampir di setiap komputer terpasang UPS untuk menghindari mati listrik yang dalam sehari bisa terjadi berkali-kali dan tidak dapat diprediksi. Kemudian, jumlah komputer yang banyak yaitu 30 unit dan di lab tersebut terdapat AC. Teman kami yang bertugas di sini tidak mendapatkan masalah dalam hal instalasi Edubuntu 7.04, semua berjalan dengan baik dan lancar. Dan rencananya sekolah tersebut akan dipasang Telkom Speedy, kebetulan hari itu adalah peresmian layanan Telkom Speedy di Balige dan SMAN 1 Balige mendapatkan layanan untuk sekolah di kota tersebut. Kalau hal itu terlaksana, diharapkan pendidikan dan perekonomian di Balige dapat lebih maju karena selama ini sangat susah menemukan warnet di Balige dan kalaupun ada aksesnya sangat lambat dan mahal.

Itulah rangkaian acara workshop yang saya ikuti dalam 2 minggu terakhir. Workshop Pendayagunaan Open Source Software ini dimaksudkan untuk memberikan pengenalan dan edukasi bagi masyarakat bahwa sistem operasi tidak melulu hanya Windows buatan Microsoft saja, ada sistem operasi alternatif yang mempunyai fitur yang setara dengan Windows bahkan ada fitur/ kelebihan yang tidak dimiliki oleh Windows yaitu sifatnya yang gratis dan terbuka (open source). Hal ini juga untuk menghindari aksi pembajakan dari program-program komersil, yang merupakan pelanggaran hukum. Namun, upaya untuk memberdayakan penggunaan open source software ini masih terhalang oleh fasilitas yang sangat minim seperti yang telah saya tulis di atas, padahal minat dari siswa-siswa sekolah tersebut cukup tinggi. Ketika kami pulang dari SMAN 1 Balige, beberapa siswa meminta kepada kami CD dari Ubuntu tersebut dan kami memberikan kepada mereka CD yang kami punya, mungkin mereka akan mencoba menginstall sendiri di komputer di rumah mereka atau di lab komputer mereka. Mereka pun kelihatan sangat tertarik dengan sistem operasi yang baru mereka kenal ini, mereka mulai mengeksplor sendiri aplikasi-aplikasi bawaan dari Ubuntu ini walaupun baru sebatas aplikasi office/multimedia saja. Tugas pemerintah daerahlah yang memikirkan solusi untuk fasilitas memadai di sekolah-sekolah supaya daerah mereka menjadi daerah yang lebih maju dan berkembang dan tidak ketinggalan dari daerah yang ada di kota-kota besar.